Selasa, 07 Oktober 2008

NYESEL KALAU GAK NYOBAIN




Sore ini adalah hari terakhir aku bergabung tim liputan mudik yuk antv dijalur selatan nagrek, Bandung Jawa Barat. Setelah lebih dari dua pekan ikut meramaikan suasana arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini. kini saatnya aku kembali kehabitat jadi juru pintu penjaga gawang informasi didaerah tempat tinggal ini.
saatnya menikmati santai sejenak setelah rasa lelah dan letih hampir setiap hari menjadi rutinitas baru bulak balik Garut-Nagrek dengan jarak tempuk tidak kurang dari 40 km. dengan sepeda motor butut yang masih setia menamani, aku jalan setiap hari menelusuri ruas jalan yang sejak H-7 lebaran sudah mulai dipadati para pengendara kendaraan dari berbagai kota menuju kampung halaman dengan menjalani tradisi mudik lebaran.
Saatnya nyantai sekarang coy..!! teriak salah seorang teman ditim mudik yuk antv nagrek berteriak sambil menjatuhkan diri dikursi sofa sebuah bungalow di Sabda Alam hotel dan resot Garut. yah kami mendapatkan kesempatan menginap dibungalow ini meski cuma semalam ajach. pikirku lumayan dari pada tidak mencobanya sama sekali mungpung ada kesempatan gratis pak he..he..
Berendam air panas dikolam khusus rendeman rasanya hangat segar creng...dech!! hilang sudah rasa penat dan lelah setelah dua pekan bergelut dengan deru kendaraan dan panjangnya antrian macet kendaraan dijalur lingkar, meski sudah mulai terasa biasa jadi pemandangan selama dua pekan tetap saja membuat stress pasti....
Nah! dijamin jangan pernah ngelewatin yang namanya berlibur dengan rendeman air panas alam dari kaki gunung guntur itu....dijamin pasti nyesel pak...**jeembe**

Selasa, 30 September 2008

SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1429 H.






SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1429 H.

ATAS SEGALA HILAP DAN DOSA, UNTUK SEMUA KEINGINAN YANG BELUM TERCAPAI, DAN SEMUA HARAPAN YANG BELUM TERPENUHI, " TAQOBBALALLOHU MINNA WAMINKUM",

Senin, 22 September 2008

YOOO AYOOO KITA PEDULI


AYO PEDULI DAN "TEUPADULI AYO"

Kepedulian tentu saja kewajiban setiap orang meski harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu yang seyogyanya memahami betul apa arti kepedulian sesungguhnya

"apakah peduli itu cukup dengan sedikit berempathy ketika mendapati sebuah pemandangan memilukan sehingga hati kita teriris atau lebih dari sekedar itu, melainkan turut ambil bagian membatu sesuai dengan kemampuan tadi? dengan kata lain sah-sah saja jika baru mampu mengumbar rasa iba dan terharu disaat mendapati sesuatu pada wilayah kepedulian?" yes sir! boleh jadi cukuplah itu juga namanya peduli menolong kucing yang kejepit pintu pagar saja juga peduli, apalagi jika kepedulian terhadap sesama itu dilakukan dengan memberi sepenuhnya apa yang dibutuhkan oleh yang berhak mendapatkannya... tentu saja yang begitu is the best lah!
Namun lagi-lagi kepedulian dalam era kekinian lebih banyak semu-nya daripada kepedulian sejatinya peduli, .."maksudnya peduli sic peduli tapi ada udang dibalik kepedulian tadi" Yaaa mungpung ada celah dan kesempatan yang penting peduli sah-sah saja bukan? och yes! sah doonk sapa bialang tidak sah?, cuma bo ya rada ngukur sedikitlah jangan terlalu terlihat mengeksploitasi kebutuhan orang lain dengan menonjolkan kepedulian itu bisa-bisa menjadi "riya" atau kepengen dilihat banyak orang dan orang banyak melihat itu bentuk kepeduliannya, bahayanya jika dibalik kepedulian atas kepedihan orang lain justru terlihat jelas ada kata "TEUPADULI AYO" yang penting gue ungul lah...unggul kekayaan, unggul pengaruh dan wibawa, unggul jabatan atau mau unggul dalam kompetisi apapun itu semisal jadi wakil rakyat di Parlemen atau jadi birokrat yang dipilih langsung lantaran udah peduli " TEUPADULI AYO" siapa yang ngelarang wong enggak ada aturan dan undang-undangnya ko..!?
Jadi siapapun itu, dimanapun itu, kata-kata seruan Ayo peduli! kini maknanya sam dengan Ayo dukung juga aku jadi....mislanya wakilmulah, pimpinanmulah atau jadi yang tidak dipilih karena kepeduliannya masih kurang peduli gitu dech!...
Maka mungpung masih ada waktu pedulilah dengan kepedulian sejati, tanpa pamrih dan tanpa harus diingat-ingat berapa besar kepedulian itu setiap tahunnya yang penting Tuhan tahu dan mencatatnya menjadi amalmu yang kan menolongmu juga dan jangan pernah berharap Kepedulian semu peduli yang banyak peduli saat ini benar-benar peduli karena butuh kepedulian yang lain terhadap perkembangan karier dan cita-citanya...Mending juga jujur saja jangan jual Kecap cap lipst service tapi juallah kecap cap lupa yang siap tidak diingat dan tidak ada harapan balas budi dengan bentuik apapun " teundeun dihandeleum sieum, tunda dihanjuang siang paranti nyokot ninggalkeun" kitu cenah jalu....Wallohu A'lam...

Minggu, 21 September 2008

SUMPE DECH GUE...



Bener-bener yang namanya haus tiada taranya, bayangkan saja gersangnya gunung Guntur kelihatan dari jauh saja sudah bisa dibayangkan..., sengatan matahari serasa dekat banget dengan ubun-ubun ini. Awalnya pede aja lagi.. kita naik untuk melihat kobaran api dari dekat karena parahnya kebakaran yang melanda kawasan tandus dikaki gunung tersebut. yap kami naik mengikuti jejak para relawan pamhut swakarsa yang berasal dari kalangan warga sekitar. perjalanan awalnya mudah karena masih bisa dilalui kendaraan bermotor, namun disaat sudah hampir mendekati kawasan galian pasir baru mulai kesulitan laju speda motor yang kami naiki mulai terasa sleep karena jalan setapak diatas pasir jelas bukan hal yang mudah untuk dilalui mengunakan jenis motor bebek yang kita punya, jelek-jelknya juga meski pake motor standar adventure lah kayak trail gitu... namu karena buru-buru ya terpaksa gak ada rotan akarpun jadi gitu ceritanya... karena bersungguh kita pun nyampe juga mendekati titik kobaran api dan panasnya minta ampun... padahal kami pauasa lho...akhirnya karena naik terus kelelahan dan dehidrasi rasanya mulai membuat mata kunang-kunang, sementara gak setetespun air yang kami bawa karena gak ada niat sedikitpun untuk membatalkan puasa meski dari awal memutuskan untuk menaiki gunung ini sudah terlintas akan kehausan banget, tapi apa boleh buat menekan ludah saja untuk beberapa waktu sebelum mendapatkan air yang gak mungkin kudapati diatas gunung tandus seperti digunung guntur yang terbakar ini....**

Selasa, 16 September 2008

GADIS KECILKU SAKIT


SICIKAL SAKIT BULAK BALIK KE RSU

Dalam dua pekan ini terpaksa aku harus membawanya bulak balik ke RSU dokter Slamet Garut, Gadis kecilku harus menjalani rawat jalan gara-gara ada benjolan sedikit ditelapak kakinya, kata dokter yang memeriksa dia terkena "mata ikan" katanya. akhirnya dipustuskan untuk diangkat dengan operasi kecil.
si gadis terlihat shock banget karena paling takut kalo membayangkan pisau sama gunting plus jika berbaring diruang perawatan medis. Padahal sigadis kecil ku yang satu ini sejak dilahirkan sudah sangat akrab dengan perawatan medis, maklum dia lahir dengan bantuan operasi cesar karena posisinya saat hendak dilahirkan tidak normal. "Teteh harus dioperasi nih gimana?" tanya ku membujuknya sambil berusaha menenagkan dia yang terlihat mendadak lesu. "teteh gak mau abah! sakit gak?" tanyanya manja. "gaklah cuma operasi kecil ko teh..kan dulu juga teteh pernah dioperasi amandel waktu masih kelas dua SD malah". aku menjelaskan agar dia semakin yakin. si Gadis akhirnya bersedia diberi tindakan medis karena khawatir jika terus dibiarkan akan berakibat buruk juga kata dokter.
Operasipun berjalan tidak lebih dari 15 menit dan sigadis kecilku terlihat meringis menahan sakit serta terlihat mandi keringat akibat menahan strees sebelum operasi itu dilakukan. "gimana teh gak lama kan? gak sakit-saki amatkan teh?" tanyaku membujuknya agar tetap kuat
"jangan lupa nanti pekan depan bawa lagi kesini untuk diobatin lagi biar cepet kering bekas operasinya dan janganlupa diminum obatnya ya!" saran dokter spesialis bedah yang nanganin operasinya. "Ya dok! jawabku sambil memluk gadis kecilku dan memapah nya keluar dari ruang tindakan. ku cium keningnya dan ku berikan uang juga makanan untuk meyakinkan kalo aku benar-benar sayang.....